Image of Bagimu Negeri Menyediakan Api

Text

Bagimu Negeri Menyediakan Api



Chairil Anwar bukanlah sastrawan yang hanya merenung di balik meja lalu menulis puisi. Sajak Diponegoro yang petilannya menerakan kata-kata Maju Serbu Serang Terjang, misalnya, ia tuliskan untuk menggelorakan kembali semangat juang. Melalui sajak ini, ia mengungkap sosok Diponegoro yang kuat dan liat menghadapi Belanda. Chairil tegas melawan kolonialisme. Sebuah kutipan populer yang menandakan semangat itu terambil dari puisi itu: sekali berarti, sudah itu mati.

Sesudah kemerdekaan, sikap juang Chairil semakin kuat terlukis dalam puisi-puisinya. Salah satunya adalah sajak Krawang Bekasi yang ditulis berdasarkan pengalamannya saat agresi militer Belanda I pada 21 Juli 1947.

Tapak berkesenian Chairil mencuatkan namanya sebagai pelopor angkatan 45 yang mendobrak angkatan sebelumnya. Terkenal dengan potret diri yang ikonik dalam pose mengisap sebatang rokok, Chairil menghasilkan sajak-sajak yang memperkaya khazanah sastra Indonesia.


Ketersediaan

2022/PB/18GS928.1 TEM cPerpustakaan-Rak 900Tersedia - Ada/Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
928.1 TEM c
Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
152 hlm; 16 x 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-481-834-0
Klasifikasi
928.1
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cetakan ke-3, Juni 2022
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this