Image of

Text

"Katjang Tjina" dalam Kuliner Nusantara



Tahukah bedanya Pecel dan Pecak? Samakah Pecel Ayam dan Pecel Lele? Apa hubungan Rujak Cingur dan Pecel Sayur? Kenapa pecel mudah 'selingkuh' dengan kuliner lain? Buku ini akan membawa kita menelusuri etimologi kata pecel dari para tukang pecel masa lampau dalam prasasti dan Kakawin Jawa Kuno, lalu bersama Cebolang menelusuri pecel desa, kampung, dan kota Serat Centhini yang ditulis pada abad 19. Demi menikmati sepincuk pecel beralaskan daun pisang atau jati dari Mbok Pecel keliling dengan bakul rinjing di punggungnya di Stasiun Cornelis Batavia, 1919 hingga disajikan dengan piring plastik di abad 21. Sembari membincang kacang tanah yang menjadi bumbu inti pecel sayuran yang menyehatkan ini

Buku ini sangat cocok bagi mereka yang gemar makan pecel dan gado-gado, sebagai pelengkap pada kecintaan mereka atas kedua hidangan tersebut. Cocok pula bagi masyarakat umum yang ingin tahu kisah unik dan menarik di balik dua hidanga yang sangat populer ini."


Ketersediaan

2025/BN/10IT641 ARY kPerpustakaan-Rak 600 (640)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
641 ARY k
Penerbit Kompas Media Nusantara : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
14x21 cm; xviii-206 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786233467544
Klasifikasi
641
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this